Pesan Singkat

  • sulton: hari sabtu pusda buka tidaK?
  • gita: hari biasa perpus buka jam berapa?
  • andi: mohon untk di update info tntang sarana dan prasarana yang ada di website. apakah fasilitas dri th2003 hngga skrng ttp atau menglami pningkatan?
  • Darius Sampe Karanga: Kapan tes UK di toraja utara, kalau bisa dipercepat, saya udah kelola perpustakaan selama 10th. Kapan ada bimtek di toraja utara!
  • admin: email kami : perpusdametro@gmail.com Telp/Fax : 0725 44823
  • admin: @ password wifi silahkan ditanyakan pada petugas atau lihat informasi pada dinding ruang baca.
  • admin: @endah : 0725 44823
  • Ijal: ;( password wifi nya apa yaa
  • Endah: No telp kantor berapa ya Dari arsip nasional mau mengirim undangan rapat
  • admin: @hendra : Wifi disediakan gratis 24 jam di perpustakaan Metro silahkan di manfaatkan fasilitas ini..trims..
  • admin: alfi : binmtek dilaksanakan setiap tahun, bagi peserta yg belum pernah mengikuti.
  • admin: @putri sakinah : perpustakaan hari sabtu buka dari pukul 08.00 s/d jam 12 siang
  • admin: @Musthafa : loker di sediakan dilantai 1 hanya digunakan semantara waktu kunjungan saja..trims..
  • Musthafa Thariq A A : Maaf perpusda Metro ada loker nggak ya😁? Kalo ada bag penataan buku.
  • putri sakinah: maaf,mau tanya. jika hari sabtu perpustakaan ini dibuka tidak?
  • Alfi: Kpd Yth Pustakardok Metro,, Kapan akan diadakannya Bimtek bagi Pengelola Perpustakaan (rumah pintar) kelurahan Sekota Metro lagi ya.. trimkasih:)
  • dddd: :S
  • hendra: Di perpusda ada wifi id tidak?
  • Yusnidawati SE: Kalau bisa UK didaerah SUMSEL sudah ada karena ingin sertifikasi,kita sudah pustakawan 22 tahun umur 57 th kalu bisa dipercepat atau dipermuda
  • azza fahmi: saia mau tanya apa gx ada pelatihan khusus untuk petugas persuatakaan tingkat MI ya...???
Nama:

Isi Pesan Anda:
:) :D ;) :( :O :P :S :roll: ;( :@

Security : TAHDg

Total Seluruh Komentar : 64
<<< Lihat Seluruhnya >>>



   Arsip Metro


   Video


   Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah informasi di website kami sudah lengkap?
Lengkap17 (22.4%)
Cukup Lengkap17 (22.4%)
Kurang Lengkap42 (55.3%)
TOTAL76

Arsip Polling Sebelumnya


   Waktu Sholat


   Stasiun Televisi



   Stasiun Radio



   Koran / Harian


New Ribbon
Slide 1

Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Metro

Slide 1

Pembagian Trophy Pemenang Lomba

Slide 1

Peta Kota Metro

Slide 1

Kota Metro

Slide 1

Story Telling

Slide 1

Penyematan tanda peserta Bimtek Perpustakaan Tahun 2015

Slide 1

Ruang baca perpustakaan

Example Frame
Diposting oleh Ferdian Rahabista, Tgl 28-04-2012 & wkt 02:46:49 & dibaca Sebanyak 2344 Kali         

Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan dan pustakawan ibarat dua sisi mata uang. Keduanya saling melengkapi sebagai kesatuan yang utuh. Salah satu indikator bangsa yang cerdas tercermin dari sejarah perpustakaan yang dimiliki. Tinggi rendahnya peradaban juga bisa dilihat dari peduli atau tidaknya terhadap perpustakaan. Lalu, bagaimana perpustakaan di masa mendatang dapat dimanfaatkan optimal oleh masyarakat atau pemustaka, lebih cepat mengakses dan kemudahan dalam mencari informasi tanpa dibatasi ruang, jarak, juga waktu.

Metamorfosis ini yang diasakan menjelma dalam pustakakawan dan perpustakaan. Simbiosis yang saling menguntungkan (mutualisme)Baik perpustakaan dan pustakawan menyadari bahwa banyak tugas besar yang mesti dihadapi dengan penuh kesungguhan kaitannya dalam program-program memasyarakatkan perpustakaan dan minat baca di Tanah Air. “Di usianya yang ke -38, IPI harus lebih dewasa lagi,” ucap Ketua Umum IPI H. Supriyanto singkat saat memperingati HUT Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ke-38 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/7). Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Perpustakaan Nasional RI Hj. Sri Sularsih, Sekretaris Utama Perpusnas H. Dedi Junaedi, pengurus IPI pusat dan sejumlah pustakawan daerah. 

 H. Supriyanto menyadari di usianya tersebut IPI belum dapat memberikan kontribusi maksimal, namun di dalam kepengurusan periode 2009-2012, IPI telah berusaha dan berbuat semaksimal mungkin melaksanakan hasil Kongres XI di Batam. Salah satunya adalah kesiapan IPI menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi bagi pustakawan yang kemudian menjadi tema IPI di ulang tahunnya kali ini. Sementara itu Kaperpusnas Hj. Sri Sularsih mengimbau agar segala kegiatan IPI harus benar-benar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak mudah mengajak masyarakat untuk memahami arti pentingnya perpustakaan dalam menjembatani informasi dan ilmu pengetahuan, terutama di masyarakat pedesaan yang jauh dari akses ketersediaan informasi. Oleh karena itu, Sri mengajak perpustakaan dan IPI untuk bahu membahu menggerakkan minat baca di semua kalangan. “Perpustakaan Nasional pun akan sekuat tenaga mendukung seluruh program IPI ke depan.”

Perpustakaan yang baik dapat mengelola tiga pilar utama, koleksi, pemakai dan pustakawan. Keberadaan profesi ini termaktub dalam pasal 34 UU No. 43/2009 tentang Perpustakaan. Bahkan, jauh sebelum UU ini disahkan, pustakawan telah membentuk organisasi, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1973 di Ciawi, Bogor. Kala itu, dua organisasi APADI (Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia) dan HPCI (Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia) meleburkan diri menjadi IPI hingga sekarang. Lewat organisasi ini, para pustakawan berjuang bersama membesarkan profesi pustakawan untuk dapat sejajar dengan profesi lain semisal dokter, PGRI, dan lain-lain. 

Perkembangan IPI saat ini masih belum menggembirakan. Dari 33 provinsi seluruh Indonesia, baru 20 provinsi saja yang sudah terbentuk. Hal ini dikarenakan pengurus lama belum sanggup menyelenggarkan musyawarah daerah (Musda), termasuk provinsi DKI Jakarta. Tapi faktanya dari 3002 pustakawan “berplat merah”, sebagian besar malah berada di DKI Jakarta. Tentu jumlah ini belum memadai bila dibandingkan jumlah perpustakaan dengan asumsi setiap pustakawan mengelola satu perpustakaan. 

Rangkaian kegiatan memperingati 38 tahun IPI telah dimulai sejak tanggal 5-6 Juli 2011. Bekerjasama dengan Universitas Yarsi, IPI mengadakan seminar dan lokakarya mengenai kompetensi pustakawan dan kurikulum pendidikan ilmu perpustakaan. Dilanjutkan tanggal 7 Juli 2011 diadakan ceramah ilmiah oleh Paul Permadi, bertepatan dengan HUT IPI, dan bintek bagi pengelola perpustakaan sekolah pada tanggal 14-15 Juli 2011. Kegiatan IPI yang cukup besar adalah Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) dan seminar ilmiah di Manado bulan Oktober mendatang. Dan di tahun 2012, Perpusnas bersama IPI dipercaya menjadi tuan rumah Kongres Pustakawan se-Asia Tenggara (Consal) di Kuta, Bali. Semoga di usianya yang ke 38, IPI kian matang, berwibawa dan dirasakan manfaatnya.*** 
 
sumber : http://ipi.pnri.go.id

 



TINGGALKAN PESAN DISINI

Pengirim :
Email :
Website :
gqfu4

 


Halaman :

<-- Kembali



   Bahasa / Language

   Pencarian


   Statistik Pengunjung
Online : 1 User
Total Hits : 280173 Hits
Hari Ini : 68
Kemarin : 83
Bulan Ini : 3380
Tahun Ini : 41097
Total : 240532
   Random Al-Quran

   Tautan Internal

   Tautan External

   Iklan Banner